Translator

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Tampilkan postingan dengan label uneg-uneg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uneg-uneg. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2016

Di-Invite Orang Nggak Dikenal!

Hai all!

Ada yang pake aplikasi BBM?
Ada yang pernah diinvite orang nggak dikenal?  Orang nggak jelas?

Kali ini aku mau berbagi pengalaman ya menurutku aneh sih, soal invite an bbm nggak jelas ini. Sejak ganti hp, entah kenapa akun bbm ku banyak yang invite dan banyak yang aku nggak tau ini siaoa tiba-tiba invite.

Kebanyakan yang invite sih akun olshop,dan ada beberapa yang pakai nama orang. Dan anehnya itu banyak banget dan berulang. Sampai aku curiga ada temen di kontakku yang ngejual pin bb orang orang -,- terus disebarin ke olshop.

Dengan curiga, akhirnya aku cerita ke temenku ya, kali kali aja dia ngalamin kaya aku. Terus kata temenku itu coba deh di accept biar nggak penasaran. Aku yang dasarnya penasaran yaudah akhirnya akan berencana untuk meng-accept salah satunya. Sebelum sebelumnya sih selalu aku ignore.

Nah salah satu yang aku accept lalu aku bbm kan, maunya sih nanya dapat pin ku dari mana? Eh D doang, nggak di read. Akhirnya aku ping ping terus sambil kutunggu balesannya. *alay*

Beberapa jam eh dikacangin, nggak dibales gitu. Diread aja nggak. Duh!

Dengan curigation, aku cerita ke temenku dan aku tunjukkin bbm ku. Terus dia juga heran, kemudian kita punya pemikiran lain. "Jangan-jangan yang invite itu semuanya robot? " ohhh myyy

Langsung dah aku dellcont dan blokir. Dan masih banyak pula akun akun lain yang invite. Tiap ada yang invite an langsung aku Ignore, Blokir, dan nggak lupa ngirim penolakan permintaan pertemanan. Beuh akun abal-abal gitu. Serem bok, masa robot ya? Takutnya nanti data pribadi kita diobok-obok kan berabe.

Nah ini ada beberapa yang ada di kontak blokir di hpku. Monggo dicek siapa tahu kenal.

Kamis, 19 Mei 2016

Postingan Baru Setelah Vakum Lama

Holaaa!!!

Hm... udah berapa tahun ya ini aku nggak posting dan mampir di blog? >,<
Huaakakakk.... sampe lupa kalau punya blog :p
Dulu isi blog gaje ini cuma resensi film, lirik lagu, diary alay, dan segala yang gajelas (tapi nyata dari hatiku) uwuwuuuwww -3-

Sekarang kalau baca entri blogku yang alay-alay kemaren rasanya pengen ngehapusin satu-satu entri nya >,< ..................... tapi eman banget ih. Sayang kalau dihapus, haha.


Eh iya sekilas aja nih mau cerita dikit, hehe.
Sekarang Mei 2016. Kalau aku terakhir posting di blog, masih kuliah, sekarang aku udah ada gelar S.Si (eciyeeee.............) alias udah jadi sarjana. Tepatnya 2015 lalu sih wisudanya.
Kegiatan sekarang nih, masih jadi pengangguran (hiks) dan adalah projek dikit hahaha.
Nah, buat pembaca yang kira-kira ada kenalan atau tau lowongan kerjaan buat S1 (lulusan Mat/Stat atau All Mayor deh) bisa loh kasih tau akuu ;)
*ngarep*

Hahaha... kira-kira begitu saja sepatah dua patah kata dariku, kapan-kapan lanjut lagi ya. Sekarang lagi mood nih buat nulis lagi :D

Kamis, 27 Februari 2014

MOVE ON


Sebelumnya ada yang ngerti nggak, artinya move on apa?

Kalau belum tahu, biar aku jelasin ya… Move on menurut aku itu bergerak, pindah, atau bangkit. Dari apa? Yap, dari masalah, dari kegagalan.

Masalah di sini banyak. Ada masalah percintaan, masalah di kampus, masalah apapun lah.

Tapi yang paling banyak menimpa remaja galau kayak kita ini yaitu, move on dari masalah percintaan.

Seringkali move on diartikan pindah, lebih tepatnya pindah hati. Orang yang baru putus cinta, dituntut untuk segera move on. Mencari yang baru.

Mungkin ada yang berusaha move on, ada yang bisa cepet move on, dan ada yang dipaksa move on.

Move on itu susah. Susah banget. Apalagi untuk hati yang bener-bener tulus. *biasanya cewek yang susah buat move on*

Move on memang susah, tapi bukan berarti move on itu gak bisa. Move itu bisa, teman!

Kalau kata orang, move on ini paling berhasil ketika kita bisa mendapat penggantinya. Bukan maksud menjadikan pelarian sih, tapi emang bener, untuk bisa ‘berpindah hati’ memang harus ada yang bisa membuat kita bener-bener pindah.

Well, sebenernya move on yang paling gampang kata orang ya, berusaha melupakannya. Menghapus segala kenangan tentang dia. Meremove dan unfollow akun media sosialnya dia. Dll Dll. Tapi kalau kataku itu semua CUPU. Gak keren.

Move on dengan cara begitu hanya akan menambah rasa ‘penasaran’, dan malah semakin teringat tentang dia.

Kalau kataku ya, biarkan semua yang ada. Mungkin cukup mengganti nama dia di memori kita, dari ‘ehem ehem’ jadi ‘teman biasa’. Biarkan rasa itu hilang dengan sendirinya. Yap, emang lama. Tapi pasti bisa…

Kalau kata pepatah, “mencoba melupakan justru akan membuat kita semakin mengingatnya..” So, just let it flow. Biarkan dan relakan dia pergi dari hidupmu.

Kemudian, coba buka hati kamu untuk yang lain. Well, cukup membuka hati saja kok. Jangan paksakan hatimu untuk mencoba mencintai orang lain. Biarkan semua itu mengalir, jadi intinya kamu tetep cari teman sebanyak-banyaknya. Jadikan pelajaran dari kisahmu yang lalu.

Bisa juga dengan kita move on ke kegiatan-kegiatan yang akan membuat kita sibuk dan melakukan sesuatu yang lebih berguna daripada galau masalah cinta. Hidup kita masih panjang teman, buat apa mikirin sesuatu yang membuat hati kita sedih.

Ada pepatah yang bilang, “ketika kita mengikhlaskan apa yang bukan milik kita, maka akan datang pengganti yang lebih baik untuk kita.

So, Let’s Move On, Guys!


Kata Raisa sih, “say bye bye :D…” hahahaaaa

Rabu, 27 Februari 2013

Selera

#nowplaying Heart Attack – OneDirection

“Baby you got me sick, I don’t know what I did. Need to take a break and figure it out. Got your voice in my head. Saying, ‘Let’s just be friends.’ Can’t believe the words came out of your mouth.”


Aku pernah baca tweet seseorang, katanya, “Ah semua cowok itu sama, nyakitin mulu!” Terus ada yang nanggepin, “Bukannya semua cowok sama, tapi emang selera kamu yang sama. Sukanya sama cowok yang nyakitin kamu.” #jleb banget.

Selera. Yap, emang nggak bisa dipungkiri, secara nggak langsung setiap orang punya selera dan kriteria pasangan masing-masing. Biarpun dia nggak bilang, “aku maunya dapet cowok yang kaya gini, gini, gini…” tapi kenyataannya biasanya sih cowok-cowok dia setipe. Sama, karena emang seleranya yang kayak gitu.

Waktu aku tanya ke temenku kuliah, dan dia hanya tahu beberapa orang cowok yang pernah deket sama aku.  “Eh, menurut kalian selera cowok aku yang kayak gimana?”

Sambil nggak enak mau ngomong, temenku itu bilang, “Ya.. menurutku sih kamu sukanya sama tipe cowok suka dandan.” Kata dia dengan nada bercanda. -_-“

Well, mungkin maksud temenku tadi itu, cowok yang suka dandan itu cowok yang merhatiin penampilan. Gitu kali ya? I don’t know juga sih.

Kalau dipikir-pikir emang cowok yang pernah deket sama aku semuanya setipe: tinggi, putih, cakep. Tapi nggak yang suka dandan juga kali… -_-

Eh mau curcol dikit deh. Aku mau cerita dikit tentang selera menurut aku.

Hm.. cinta pertama. Dulu waktu SMP, aku pernah naksir sama seseorang. Kakak kelasku SMP. Awalnya lihat dia sih biasa aja, tapi pas naik kelas 2 dan dia kelas 3, perasaan suka itu muncul. Cuma pas itu aku nggak berani ngajak kenalan, udah kaya ceritanya Little Thing Called Love gitu dah.

Cowok yang ketiban taksiran aku itu inisialnya APP. Orangnya putih, tinggi, terus cakepnya kaya Mario Maurer gitu deh. Di sekolah banyak juga yang naksir dia. Hem… sebagai secret admirer yang baik, aku tahu hal-hal tentang dia. Alamat rumahnya, nomor telponnya, nomor hapenya, orangtuanya, adiknya, kelasnya, jadwal pelajaran,  sampai cewek yang dia suka…. <-- yang terakhir ini emang ngejleb banget

Banyak hal yang jadi kenangan saat aku suka dia. Sering ngikut dia jalan kaki pas pulang sekolah, pernah juga ngikut pas dia baca komik di Perpus Kota deket sekolahan, sampai ikut ekskul yang sama kaya dia.
Terus segala hal yang nggak direncanain malah terkesan bikin bahagia banget.

Pernah nih, suatu hari. Di SMPku kan sistem kelasnya moving class, jadi kelas kita ganti-ganti. Nah kebetulan, pas waktu itu di kelas Bhs Indo 2, dipake kelas 3A (FYI mas A kelas 3B, aku kelas 2A), jadinya hari itu kelasku masuk ke kelas Bhs Indo 3 yang sebenarnya buat anak kelas 3. Setelah pelajaran selesai, ternyata kelas itu mau dipakai sama anak 3B. Pertamanya nggak nyadar sih, tiba-tiba aja anak kelas 3B berebutan masuk (aku masih di dalam kelas). Trus eh, ada mas A masuk rebutan bangku sama temennya. Sampai kakinya kejedot kursi. Huahaha, ngakak deh aku :p

Pernah juga, pas kelasku olahraga waktu itu main bulutangkis. Kelas 3B kebetulan lagi jam kosong, anak-anak cowoknya pada nonton kita yang lagi olahraga. Jujur, permainan bulutangkisku jelek banget, apalagi salting dilihatin mas A. HAHA.

Waktu aku ngomong ke temenku, “Eh APP liatin aku tuh.” *gr dikit*

Eh temenku nyautnya gini, “Iya, soalnya kamu satu-satunya yang main bulutangkisnya aneh.” #jleb lagi #huft
Oh iya, dulu itu kan lagi jamannya Friendster ya? Nah, aku sampai ngeadd akun Friendsternya dia lho. Cuma pernah ngisi testimony sekali doang, dibales sih. Tapi terus nggak berani lagi. #cupu

Aku suka mas A ini lama banget. Pokoknya proses antara suka dan bisa ‘bener-bener’ move on itu 6 tahun. Wow… Apalagi pas SMP itu, aku kaya nutup hati banget buat orang-orang yang ndeketin aku. HAHA, cinta itu emang bego. Pas itu aku belum sadar, kalau mencintai orang dalam hati itu sakit lho. Harus siap-siap nyesek, karena dicuekin HAHA.

“Beberapa orang memilih mencintai sambil berharap dicintai, beberapa lainnya hanya akan mencintai jika ia dicintai terlebih dahulu” - @landakgaul

Ada lagi nih cerita, kali ini nggak cidaha (cinta dalam hati). Pas aku SMA ini, aku suka orang. Bahas lagi ya, masalah selera. Cowok ini, hm… tinggi, kurus, putih, dan cakep. Kalau disamain artis, wajahnya mirip Fedi Nuril versi putih. Si ‘Fedi’ ini, seangkatan sama aku, cuma beda kelas. Kelasnya sebelahan sama aku sih. Dan dia sering main ke kelasku.

Awal pertamanya pas dia sms itu, rasanya kaget banget. Yup, kaget dia tahu nomorku dari mana, dan kaget kenapa dia bisa sms aku. Ternyata oh ternyata, dia tahu nomorku dari temenku SMP. Well, akhirnya aku jadi deket sama dia. Dulu kan di SMA lagi ngetren-ngetrennya Yahoo Mail kan. Nah, kita sering YM-an lah, bales-balesan testimonial di friendster. Yah, semacam itulah.

Yang bikin rada illfeel sama ‘Fedi’ ini yaitu… dia orangnya well.. gimana ya… orangnya itu grogian. Pertama kali dia nelpon aku malah pas ditanya, “ini siapa?” dianya malah kayak kesannya bingung gitu. Untung aku ngerti suaranya. Tapi dia kalau diajak ngobrol di telepon nyambung sih. Malah kita sukanya nggosipin anak kelas dia atau anak kelasku. HAHA.

Terus.. masalah datang. Sebagaimana orang cakep, pasti ada yang suka dia selain aku. Dan itu temen sekelasku sendiri. Nggak enak banget gitu, apalagi pas temenku itu tanya ada hubungan apa aku sama si ‘Fedi’. Well, yah semacam dilema gitu deh. Tapi aku cuek aja sih ya. HAHA.

Nah, yang aku nggak ngerti tentang cowok, kenapa ya cowok itu kalau udah deket sama cewek, eh ternyata dia juga ndeketin cewek lain. Hm, tapi yang ini cuma perasaanku aja sih ya. Aku kan pernah denger dari temenku kalo si ‘Fedi’ itu juga ngejar-ngejar cewek lain anak kelas bawah. Kebetulan kelasku sama kelas dia kan di lantai 2 gitu. Pas aku tanya ke dianya, dia cuma jawab, “ngapain ngejar-ngejar, kaya kucing aja dikejar-kejar.”

Nggak tau kenapa semakin hari semakin illfeel aja nih sama dia. Terus akhirnya itu pas pindah-pindahan kelas, dia masuk ke kelas yang ada di lantai 3. Aku tetep di kelas yang di lantai 2. Semakin jauhlah kita. Dan pas itu kebetulan HPku semacam sering error gitu, dan aku ganti nomor. Lost contact lah kita.

Inget terakhir kali dia ngechat aku di FB. HAHA. Pas itu aku cuekin. Nggak tahu kenapa. Semacam aku jahat banget ya itu. Dan akhirnya sampai lulus-lulusan SMA nggak pernah ngobrol lagi sama dia. #hiks
Btw, tapi sama dia udah temenan lagi kok. Lewat chat doang. Nggak pernah ketemu lagi sih, soalnya dia beda kampus sama aku.

“Cewek dan cowok kan beda. Men are from Mars dan women are from Venus.” - @radityadika

Nah cerita ketiga masalah selera ini, agak nyesek nih.

Awalnya kenal si kakak ini, rasanya emang rada beda. Balik lagi ke tipe dan selera, orangnya ini hm… tinggi, putih, dan lumayan cakep sih. Hidungnya mancung. Kalau diibaratkan artis semacam Esa Sigit lah. Orang ini lebih tua beberapa tahun dan dia kuliah di kampus sebelah.

Ngobrol sama dia ini lumayan nyambung. Soalnya dia suka cerita, dan aku suka mendengar. Ada aja yang dia omongin. Udah kaya tukang jualan obat aja ini orang. HaHa.  Deket nya terus berlanjut smsan sih. Dianya yang sms duluan mesti.

Padahal baru kenal beberapa minggu gitu, eh si dia nya udah sok akrab gitu. Yah, rada risih gitu deh ini orang. Terus dia sering ngirim sms panjang, isinya kalau menurut orang paling romantis gitu ya, hehe. Menurutku sih agak semacam norak (secara aku nggak terlalu suka yang lebay-lebay).

Well, aku akui sih, aku ada sedikit rasa sama kakak ini. Terus suatu hari pas dia sms, pas itu aku lagi di kampus, berdua sama temenku. Itu orang sms, terus tanya alamat e-mailku. Aku jawab aja. Terus pas dia tanya lagi di kampus sama siapa. Dan dengan nyantainya aku bales, “berdua doang sama temenku.” Gatau kenapa langsung dia nggak bales sms lagi. HAHA >.<

Terus kan suatu hari lagi iseng buka FB, lihat ada notif baru. Ada permintaan pertemanan baru. Eh ternyata dari si ‘Esa Sigit’, langsung deh aku buka profilnya. Eh eh ternyata ternyata nih yaa… status nya dia in relationship OMG OMG! Aku cek lagi, eh ternyata udah lama juga sama ceweknya itu -_-

Pas itu deh, aku berasa diPHPin. Parah. Langsung illfeel banget deh sama itu orang.

Sebenernya salahnya aku juga sih, terlalu gampang percaya sama orang. Terlalu gampang meleleh gitu. Hehe.

“Sebenernya istilah PHP itu nggak ada. Yang ada mah, kamunya aja yang terlalu ngarep dan kege-eran.” – @shitlicious

Well, sebenernya selera itu bukan dari kitanya yang nentuin. Tapi alam bawah sadar kita. Jadi ingat kata temenku dulu, “Aku lho waktu dulu pernah kepingin punya pacar yang matanya sipit.” Eh ternyata pacarnya yang sekarang semacam sipit-sipit gimana gitu.

Kalau dari dulu, (udah dari SD malah) aku pengennya dapat jodoh cowok tinggi. Yup, tinggi, dan kurus. Terus satu lagi: cakep. Nggak tau kenapa itu udah dari alam bawah sadar, sukanya cowok yang kayak gitu. Padahal, aku nggak ngelihat tampang sih sebenernya. Tapi ya gitu, balik lagi ke masalah selera. Kalau hati udah memilih ‘dia’, ya udah aku suka ‘dia’.

Ehm.. pas aku cerita sama temenku. Tentang masalah selera ini, malah dianya bilang gini, “Ya, ngapain mentingin selera. Toh kalau udah suka sama orang, ya udah suka aja.”

Temenku yang lain bilang sambil nyindir temenku ini, “Coba lihat dia, dari dulu sukanya sama ‘B’ eh malah jadiannya sama yang itu. Padahal wajah beda jauh kan, gantengan si ‘B’.”

Aku manggut-manggut aja. Sambil mikir lagi. Selera.

Eh, tapi kalau aku lihat-lihat si temenku ini, masih terjebak di selera yang sama juga kok. Mungkin dari segi tampang emang beda, tapi gebetannya temenku sama pacarnya yang sekarang punya kesamaan menurutku. Sama-sama berkacamata dan kalem. Well, pendapatku loh itu ya.

Mungkin kesimpulannya, selera orang emang ada yang beda-beda ada yang sama. Setipe. Atau secara nggak sadar emang setipe, tapi mereka nggak nyadar. Well, dari satu sisi emang beda, tapi dari sisi lain, entah sifat atau apalah mungkin sama.

Oh iya, sebenernya masih ada lagi sih beberapa cerita lain tentang ‘selera’ dan ‘masalah hati’ yang lebih seru haha. Dan lebih complicated lagi. Tapi lain kali aja deh ceritanya.

Makasih udah mau baca.

Salam Super!

Minggu, 03 Juni 2012

Hilangnya SMS Gratis


Gue, sebagai anak kuliahan (sekaligus tukang jarkomin pengumuman), ngerasa dirugiin sama kebijakan peerintah yang melarang adanya SMS gratis antar operator.
Gila aja, bisa jebol lah pulsa kalau misalnya ada jarkoman buat 3/4 orang dan kira-kira panjang smsnya 3 halaman.

Sebenernya, kenapa sih kok SMS antar operator dihapus gratisannya?
Katanya sih, menurut detik katanya SMS gratis itu ngerugiin operator. Kok bisa? Nah, gue juga kagak tahu juga sih. Tapi katanya itu SMS gratis banyak disalahgunain sama pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Kayak misalnya sms mama minta pulsa, sms iklan-iklan gak penting, sms info togel (sumpah, gue pernah dapet! gak penting banget), dll dll.
Lah, emang sih ngerugiin banget kalau misalnya dipake yang kaya begitu, apalagi kalau buat nipu orang lain! Kampret bener dah itu orang. Tapi kan nggak semuanya begitu.

Contohnya aja gue. Tarif SMS sekarang Rp. 150 kan ya. Buat ngejarkom, misalnya lah 4 orang, satu sms 3 halaman. Berarti buat sekali ngejarkom ngeluarin duit Rp. 4x3x150 = Rp. 1800. Murah? Belum tentu. Itu kan baru sekali jarkoman. Nah, kalau misal ada kegiatan lain, terus sms temen tanya tugas, sms ortu, sms gebetan (lah?). Bisa-bisa sehari ngeluarin Rp. 5000. Dalam satu bulan berarti Rp. 5000x30 = Rp. 150.000.

Kecil? Murah? MENURUT LO!

Buat mahasiswa kayak kita-kita ini, yang uang jajan seharinya nggak sampai Rp. 10.000 (nggak boong gue), uang segitu itu termasuk gede. Soalnya belum ngitung juga biaya-biaya yang lain. Masa buat pulsa sms aja sampai seratus lima puluh, nah buat telpon? Buat internetan?

Oke, kalau misalnya nih SMS gratis bener-bener dihapus lah ya. SUMPAH NIH YANG BIKIN GEDEG, kenapa cuma nomer gue ajah? Saat gue tanya ke temen gue yang pakai operator "M" katanya masih ada tuh bonusan. Dan operator gue, operator terpelit se-Indonesia "S", nggak dapet bonusan.

Eitts... tunggu dulu.
Pas gue buka webnya sih, operator gue ini bilangnya gini, katanya kalau ngirim 5 sms dapat bonus 85 ke sesama, 15 ke operator lain.
Masalahnya, kenapa nomer gue nggak dapet? Padahal sudah ngirim 5 lebih.
Saking sebelnya, gue mention admin di twitternya "S" adakali 40an kali. Dan nggak dibales-bales. (takut kali ya ama gue?)
Dan saat gue lihat di mentionannya "S" itu tadi, ternyata nggak cuma gue korbannya. Ada lagi yang bilang kalau dia juga nggak dapet bonusan SMS, padahal orang lain pada dapet.
Weeetss... ada yang bau-bau pilih kasih nih.

Sumpah ya, kalau saran gue itu yaaa:
Pertama, kalau pun misalnya penghapusan sms gratis itu bener, ya udah dihapus aja SMS gratis semua operator. Jangan cuma satu dua operator aja.
Kedua, kalau misalnya gara-gara ada sms spam yang ngerugiin, ya udah kurangin aja bonus sms nya. Sehari 50 sms cukup lah. Gak usah sampai 1000 sms. 50 sms gratis per hari udah cukup kok.
Ketiga, buat operator ku "S" yang terhormat. Plis... yang adil gitu kek kalau bikin keputusan. Masa ada orang yang dapet bonusan SMS, ada yang nggak. Kan kasihan. terus kalau gitu caranya, nanti operator "S" ini bakal ditinggalin sama pelanggannya karena merasa ditipu mentah-mentah.

Sekian. Maaf kalau ada salah kata. #nomention