Translator

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2013

Film-Film Thailand kece B-) (edisi horor)

Akhir-akhir ini aku lagi keranjingan nonton film-film Thailand. Film Thailand yang aku suka, yang genre horror sama comedy/romantic. Kalau film Horror Thailand, contohnya kayak 4bia, 4bia 2, Alone, Shutter, Coming Soon, Ladda Land, dll. Kalau yang comedy/romantic, ada Crazy Little Thing Called Love, Suckseed, Hello Stranger, ATM Errak Error, Love at 4 Size, First Kiss, My True Friend, dll. Nah aku mau bahas beberapa film Thailand yang kece menurutku. Cekidot!

Horror

1. 4Bia



Film ini adalah film horror Thailand pertama yang aku tonton, dulu nontonnya pas SMA sama temen-temen sekelas. Di film ini ada 4 judul film pendek yang semuanya nyeremin. Judul yang pertama “Kesepian” menceritakan tentang seorang gadis yang tinggal di apartemennya sendirian dan teman SMS-an nya yang misterius.
Jimat yang Mematikan” menceritakan tentang sekelompok siswa SMA yang menyiksa seorang siswa pendiam yang merupakan seorang penjaga makam. Kemudian dia mengutuk mereka dengan selembar kertas yang sudah dimantrai. Kertas yang berisi foto itu, bila dilihat akan membunuh orang yang melihatnya.
Film ketiga judulnya “In The Middle”, yang bagian ini sumpah lucu, koplak, nyeremin gitu. Ceritanya ada 4 orang yang sedang berkemah di danau. Ter, Phuak, Chin, dan Aeh. Pas rafting, mereka berempat jatuh ke sungai yang arusnya deras. Kemudian Aeh menghilang. Malamnya, di saat ketiga teman Aeh ketakutan dan mengira Aeh sudah mati, Aeh kembali dan mulai bertingkah aneh. Aeh mulai dicurigai sudah mati dan kembali untuk menghantui mereka bertiga. Akhir cerita ini benar-benar nggak terduga koplak banget =D
Film terakhir “Penerbangan yang Lalu” ceritanya tentang seorang pramugari cantik yang mengantar mayat seorang Putri pulang ke negaranya. Menurutku ini cerita yang paling nyeremin di antara cerita lainnya di keseluruhan film ini.

2. Phobia2


 

Nah sekuelnya 4Bia, ada nih. Bedanya, kalau di film ini ada 5 cerita hantu yang kesemua ceritanya menceritakan tentang karma. Judul pertama adalah “Calon Biarawan (Novice)”, menceritakan tentang seorang remaja nakal yang harus menanggung karmanya karena telah mencelakakan ayahnya sendiri. 
Kemudian ada cerita “Ward (bangsal)” tentang seorang laki-laki yang kecelakaan dan kakinya terluka. Dia berada di sebuah bangsal yang ditempati olehnya dan seorang laki-laki tua yang sedang menunggu ajalnya. Si kakek yang sedang koma itu, saat malam datang seolah-olah bangkit lagi dan menghantuinya. Hingga esok harinya, tubuh sang kakek meninggal, namun arwahnya masuk ke dalam raga si lelaki muda tadi.
Cerita selanjutnya “Backpakers” tentang dua turis Jepang yang menumpang di truk milik orang Thailand. Ternyata truk itu mengangkut orang-orang pengungsian yang dipaksa menelan narkoba hingga akhirnya mereka tewas semua. Keempat ada cerita “Salvage (menyelamakan)” yang menceritakan seorang wanita karir yang memiliki dealer mobil. Namun, mobil yang dia jual merupakan mobil-mobil bekas kecelakaan yang dimodif hingga seperti baru kembali. Mobil-mobil itu memiliki cerita tersendiri yang menyeramkan.
Cerita terakhir “In The END” memiliki tokoh-tokoh yang sama dengan 4BIA, yaitu 4 orang koplak: Ter, Puak, Chin, dan Aeh. Di sini ceritanya mereka sedang dalam produksi film “Alone 2” (pura-puranya sekuel dari film Alone). Saat syuting, ada salah satu kru, Gade (pemeran tokoh hantu) yang sakit dan harus diantar ke RS. Namun, saat adegan terakhir tiba-tiba Gade datang di lokasi padahal Aeh (yang mengantar ke RS) mengatakan kalau Gade sudah meninggal di RS. Syuting jadi gempar, dan semua kru menghilang kecuali Ter, Chin, Puak, dan Cha (tokoh utama film Alone 2). Koplaknya lagi, ternyata syuting tetap dilanjutkan walaupun mereka menyangka Gade sudah menjadi hantu beneran. Akhir dari cerita ini nggak terduga banget, beda sama yang cerita “In The Middle”. Pokoknya koplak deh =D Wajib ditonton!

3. Alone

 

Alone menceritakan tentang seorang seorang wanita muda bernama Pim yang tinggal di Korea. Suatu hari, ibunya sakit dan dia harus segera kembali ke Thailand bersama tunangannya, Wee. Di Thailand, dia diingatkan kembali tentang masa lalunya yang kelam. Pim mempunyai saudara kembar siam yang bernama Ploy. Sejak kecil mereka selalu bersama. Pim selalu baik ada Ploy. Saat remaja, mereka bertemu dengan Wee, yang sama-sama mereka cintai. Namun Wee lebih memilih Pim, yang menyebabkan Ploy marah dan mereka berdua bertengkar hebat. Dan melakukan operasi pemisahan. Pim terganggu oleh bayang-bayang kembarannya dan selalu dihantui oleh arwah kembarannya yang menuntut dendam. Di saat ibu Pim sekarat, Wee diberi tahu tentang Pim dan Ploy. Ternyata selama ini yang meninggal adalah Pim, dan Ploy berpura-pura menjadi Pim untuk mendapatkan cinta Wee. Ceritanya bener-bener nyeremin dan nggak mudah ditebak. Akhir ceritanya lihat aja sendiri :D

4. Coming Soon

 

Di film ini menceritakan tentang sebuah produksi film hantu Thailand yang mengangkat kisah Chaba, seorang nenek penculik anak-anak dan mengambil mata mereka. Cerita dalam film ini nyeremin banget, seolah-olah nyata. Kisah Chaba sendiri merupakan kisah nyata yang ada dan telah menjadi legenda di Thailand. Sementara film masih belum tayang (istilahnya Coming Soon), para kru film menonton hasil akhirnya dan ternyata satu persatu kru menghilang. Dalam film ada adegan terakhir dimana Chaba tertangkap oleh masyarakat dan dihukum gantung hingga tewas. Ternyata dalam syuting, dilakukan kesalahan yang menyebabkan tali yang digunakan untuk menggantung pemeran Chaba benar-benar mengikat lehernya. Oleh karena itu, pemeran Chaba dalam film benar-benar tewas dan menculik orang-orang yang telah menonton film itu.

5. Ladda Land

 

Ladda land adalah sebuah perumahan mewah nan bagus yang ada di Thailand. Seorang ayah yang merasa tidak dianggap oleh mertuanya membeli sebuah rumah di perumahan mewah tersebut. Akhirnya mereka sekeluarga pindah ke rumah itu. Namun, tiba-tiba beredar rumor tentang hantu di perumahan tersebut. Diawali dengan ditemukannya kasus pembunuhan. Dan lama kelamaan perumahan mewah itu mulai ditinggalkan penghuninya. Keluarga kecil tadi, karena sang ayah tidak memiliki uang lagi untuk membeli rumah, tetap bertahan tinggal di Ladda Land. Padahal tetangga mereka pun tiba-tiba hilang secara misterius dan menakutkan. Di film ini tidak banyak diperlihatkan hantu, tapi cukup nyeremin kok.

6. Shutter

 

Film Shutter adalah film horror Thailand yang keren banget dan dapat banyak penghargaan. Menceritakan tentang seorang pria yang memiliki masa lalu menyedihkan dengan wanita yang dia cintai. Ehm.. garis besar ceritanya sih gini, dia seorang fotografer yang handal. Saat SMA dia pacaran sama seorang cewe kutu buku, tapi hubungannya nggak diketahui sama temen-temen gengnya. Si cowok ini malu kalau temennya tahu. Suatu hari cewek ini mati (entah bunuh diri atau apa). Karena sudah lama nggak nonton film ini, jadinya aku agak lupa hehe. Pokok terus arwah si cewek ini selalu mengikuti si cowok hingga dia gila.

To be continued....

Jumat, 24 Februari 2012

Resensi Film - Green Street Hooligans



Aku nonton film ini sudah lama sih. Tapi, karena kemarin baru ditayangin lagi di Global TV bolehlah kalau ditulis di sini resensinya.

Film ini menceritakan tentang seorang remaja Amerika, Matt Buckner, yang di-DO dari kampusnya, Harvard, karena dituduh menggunakan kokain. Padahal kokain itu milik teman sekamarnya, Jeremy Van Holden, yang merupakan anak dari keluarga terpandang.

Akhirnya Matt pindah ke Inggris bersama kakak perempuannya, Shannon, yang sudah berkeluarga di sana. Matt bertemu dengan Steve Dunham, suami kakaknya, dan adik Steve, Pete Dunham. Pete adalah pimpinan firm sepak bola West Ham United dan seorang pengajar olahraga. Kebetulan hari itu ada pertandingan antara West Ham United melawan Birmingham City. Steve menyuruh Pete untuk mengajak Matt menonton di lapangan. Pete, yang awalnya enggan mengajak Matt karena dianggapnya orang asing, akhirnya mau juga. Setelah memukul Matt, Pete mengajaknya ke bar kecil di Abbey untuk bertemu anggota GSE (julukan firm yang dikomandani Pete) yang lain.

Setelah bertemu anggota firm, rata-rata semua bersikap ramah pada Matt, kecuali Bower, tangan kanan Pete. Setelah beberapa saat, mereka pergi ke Upton Park untuk menonton pertandingan. Setelah pertandingan usai, Pete, Bower, dan anggota lain sepakat untuk menantang beberapa fans Birmingham. Tetapi, Matt tidak mau ikut dan memutuskan pulang ke rumah dengan kereta.

Di perjalanan pulang, Matt dihadang oleh tiga fans Birmingham yang akan mengeroyoknya. Tiba-tiba anggota GSE yang lain datang dan menyelamatkannya. Mereka berkelahi dan ini adalah perkelahian pertama bagi Matt. Matt bertindak cukup baik dan akhirnya dia dilantik menjadi anggota baru GSE. Matt pindah bersama Pete.

Hari-hari dilalui Matt bersama GSE. Karena keakraban Matt dengan anggota lain, Bower menjadi iri hati kepada Matt. Apalagi setelah diketahuinya bahwa Matt adalah seorang jurnalis. Bower memberi tahu tentang Matt yang seorang jurnalis pada Pete. Pete sangat marah pada Matt.

Steve, kakak Pete, segera memberi peringatan pada Matt yang sedang berada di Abbey. Ternyata, di sana Steve disambut oleh anggota GSE yang lain karena Steve lah sebenarnya “The Major” julukan untuk pendiri GSE ini. Steve dulunya sangat keras dan menyukai perkelahian, hingga saat adanya perkelahian GSE dengan firm Millwall yang dipimpin Tommy Hatcher. Tommy membawa serta anaknya yang berumur 12 tahun dalam perkelahian. Anak itu kemudian terbunuh oleh salah satu anggota GSE. Sejak saat itu Steve meninggalkan firm GSE dan dendam membara muncul di antara kedua firm tersebut.

Pete dan Bower sampai di Abbey dan berdebat dengan Matt. Kemudian Bower keluar karena merasa dirinya sudah tidak dianggap lagi di sana. Bower lalu pergi ke markas Millwall dan bertemu dengan Tommy. Dia lalu berkata pada Tommy bahwa GSE ada di Abbey bersama Steve “The Major”.

Pete yang marah karena merasa dibohongi Matt, memaksa Matt mengaku tentang siapa dirinya. Karena dia membenci jurnalis. Di lain sisi, firm Millwall berhasil mengepung Abbey dan merusak tempat itu. Steve yang ada di situ menjadi sasaran Tommy yang tidak terima akan kematian anaknya. Steve terluka terkena sabetan pisau. Bower yang menyesal segera melarikan Steve yang terluka parah itu.

Di rumah sakit, Pete mendamprat Bower. Shannon merasa bahwa Steve melanggar janjinya, bahwa dia masih menjadi anggota hooligan. Dia memutuskan kembali ke Amerika besok dengan mengajak anaknya dan juga Matt.

Esok harinya, pertandingan Millwall dan West Ham United digelar. GSE dan firm Millwall bertemu di dekat stadion. Pertumpahan darah terjadi. Matt, Pete dan Bower berjuang bersama anggota GSE melawan Tommy cs. Tak disangka, Shannon lalu datang dengan mobil. Tommy segera mengincar anak Steve yang ada di mobil Shannon. Pete yang tahu hal itu segera menyuruh Bower dan Matt untuk melindungi istri dan anak kakaknya tersebut. Shannon dan Matt segera masuk ke mobil.

Akhirnya, sasaran Tommy beralih ke Pete yang mengejek sikapnya yang salah, dan karena dia sendiri anaknya tewas. Tommy yang tidak terima, menyerang Pete bertubi-tubi. Hingga Pete tewas. Bower, yang tidak terima, menangisi kepergian Pete.

Matt sudah kembali ke Amerika. Dia menemui kembali Jeremy Van Holden di sebuah toilet restauran. Di sana mereka terlibat adu mulut. Jeremy dengan sombongnya berkata bahwa kokain itu memang benar milik dia. Matt lalu mengeluarkan perekam suara miliknya dan memutarnya kembali di hadapan Jeremy. Jeremy yang panik mencoba merebut kaset itu. Namun, Matt yang sudah jago berkelahi, segera memberikan Jeremy sebuah pukulan keras.
Film berakhir saat Matt menyanyikan sebuah lagu di perjalanan pulang. "I'm Forever Blowing Bubbles." Lagu yang sering dinyanyikan oleh anggota GSE.

Well, film ini menurutku keren. Apalagi pemainnya ganteng-ganteng (Elijah Wood!) dan keren banget. Ceritanya juga bikin aku nangis (pas kematian Pete). Juga bikin tersenyum puas (saat Matt memukul Jeremy).

Btw, maniak bola yang mengagungkan tim kesayangan masing-masing juga ada di Indonesia lho. Tapi nggak separah di Inggris sih. Contohnya Arema, Bonek, The Jack, Bobotoh, dll.

sumber:
http://www.moviesonline.ca/movienews_5048.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Green_Street

http://movies.radiofree.com/photos.cgi?id=630

http://movies.yahoo.com/person/charlie-hunnam/photos/

Minggu, 07 Agustus 2011

Review Film Harry Potter

Hari Sabtu 30 Juli 2011 (ultahnya Neville Longbottom!) aku nonton HPDH2. Untunglah nggak perlu ngantri tiket lagi, soalnya udah beli duluan waktu hari Kamisnya.
Film Harry Potter ini adalah film final dari seri Harry Potter.
"It all ends here"


Ceritanya dimulai dari munculnya Lord Voldemort di makam Dumbledore dan mencuri tongkat Elder, tongkat yang paling kuat dan tak tertandingi. Tongkat Elder termasuk dalam legenda The Deathly Hallows (Relikui Kematian) dan kisah tiga saudara. Voldemort mengira, dengan mencuri tongkat itu dari pemiliknya, dia bisa menggunakannya dan menentang kematian.

Di lain cerita, Harry, Ron, dan Hermione pergi ke Bank Gringotts untuk menghancurkan piala Hufflepuff yang berada di brangkas Bellatrix. Griphook ikut serta dalam rombongan dan meminta pedang Gryffindor untuk bayarannya. Ternyata Griphook berkhianat, dan meninggalkan mereka bertiga di dalam. Voldemort, yang mengetahui pialanya telah dicuri, marah besar dan membunuh semua pegawai Bank Gringotts. Sedangkan Harry cs berhasil kabur dengan mengendarai naga.


Harry yang dapat melihat pikiran Voldemort, mengetahui bahwa Horcrux selanjutnya ada di Hogwarts. Tanpa pikir panjang mereka bertiga melanjutkan perjalanan ke Hogsmeade. Di sana mereka bertemu dengan Aberforth, adik Dumbledore. Dengan dibantu Aberforth, mereka bertiga dapat masuk ke dalam kastil Hogwarts dan bertemu dengan teman-temannya.


Snape yang mengetahui hal tersebut segera mengumpulkan murid-murid di dalam aula. Kemudian, Harry muncul dan mengagetkan semua orang. Snape kemudian kabur setelah berduel dengan Prof. McGonagall.

Pertarungan Hogwarts dimulai, antara Death Eater melawan Orde of the Phoenix dan Laskar Dumbledore. Mantra pelindung Hogwarts, dapat dipatahkan dan Death Eater menyerbu masuk ke Hogwarts.


Harry tak mau ambil waktu lagi, dia segera mencari tiara Ravenclaw yang disimpan di ruang Kebutuhan, sedangkan Hermione dan Ron menghancurkan Piala Hufflepuff dengan taring basilik. Draco dan kedua temannya mengikuti Harry masuk. Harry kemudian menemukan tiara tersebut, dan saat itu muncul Draco yang meminta tongkatnya kembali. Draco bisa saja melaporkan pada bibinya, Bellatrix, tentang keberadaan Harry. Namun, dia tidak melakukannya. Di saat mereka akan berduel, muncul Ron dan Hermione yang segera menjatuhkan tongkat Malfoy. Kemudian Goyle menyerang mereka bertiga. Ron segera mengejar Goyle sedangkan Harry dan Hermione mengambil tiara. Tiba-tiba Ron berteriak karena Goyle membakar ruang kebutuhan. Mereka bertiga segera naik sapu dan pergi dari sana. Tak lupa Harry menyelamatkan Draco yang terjebak api, sedangkan Goyle jatuh terkena apinya sendiri. Tiara itu ikut terbakar dan hancurlah horcrux itu.


Voldemort yang tahu bahwa Horcruxnya telah hancur, segera menyelamatkan Nagini (ular peliharaan Voldemort, juga salah satu Horcruxnya) dan membawanya pergi. Kemudian, dia memanggil Snape untuk datang menemuinya. Dia akhirnya sadar bahwa tongkat Elder tidak berpengaruh terhadapnya karena dia bukanlah pemilik asli tongkat itu. Dengan membunuh Snape, dia pikir dia akan menguasai tongkat itu. Harry, yang memiliki pikiran Voldemort, segera datang ke tempat itu. Tujuannya adalah menghancurkan Nagini. Akan tetapi malah yang dilihatnya Snape terkapar tak berdaya karena dipatok Nagini. Snape kemudian memberikan ingatannya berupa air mata pada Harry.

Voldemort yang sudah pergi, memberikan peringatan terakhir kepada Harry agar menyerahkan dirinya dan datang ke hutan terlarang. Dia juga memerintahkan kepada Death Eater agar menghentikan serangannya dan menarik pasukan. Harry kembali ke Hogwarts dan menyaksikan banyak temannya yang tewas. Fred, Tonks, Lupin, dan banyak lagi korban. Lavender Brown digigit oleh werewolf jahat, Fenrir Greyback.


Harry kemudian pergi ke pensieve dan melihat ingatan Snape. Di sanalah dia mengetahui bahwa sebenarnya Snape selalu melindunginya dan sangat setia pada Orde Phoenix. Dia bahkan membunuh Dumbledore atas kemauan Dumbledore sendiri. Snape jugalah yang menuntun Harry menemukan pedang Gryffindor saat berada di hutan. Patronus Snape mirip dengan patronus ibu Harry, Lily Potter. Harry juga mengetahui bahwa sebenarnya dia adalah salah satu Horcrux milik Voldemort dan dia pada saatnya nanti juga akan mati.

Harry menjadi bertambah yakin untuk menyerahkan dirinya pada Voldemort di hutan terlarang. Dia kemudian pergi ke hutan terlarang untuk menemui Voldemort. Berkat batu kebangkitan (salah satu Deathly Hallows) yang ada di dalam snitch miliknya, dia dapat melihat bayangan orangtuanya, Remus Lupin, dan juga Sirius Black.


Kemudian Harry pergi menemui Lord Voldemort yang sedang bersama para Death Eaters.

"Harry Potter, the boy-who-lived. Come to die…"

Gimana? Seru kan? Lebih lengkapnya silakan saksikan Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2! Dijamin nggak menyesal, soalnya filmnya keren banget. Paling keren diantara film Harry Potter lainnya. Sound effect-nya keren, gambarnya bagus, animasinya kayak nyata, pokoknya Recommended banget deh.

Jumat, 08 Juli 2011

Paul Blart: Mall Cop


Paul Blart: Mall Cop adalah sebuah film komedi yang dibintangi oleh Kevin James, Keir O'Donnell, dan Jayma Mays.

Film ini menceritakan tentang seorang penjaga mall yang bernama Paul Blart. Blart adalah seseorang yang berwatak halus, tetapi kelebihan berat badan, dan kurang mengerti mode.
Dia bekerja di West Orange Pavilion Mall di West Orange, New Jersey. Sebetulnya dia sangat ingin menjadi polisi, namun Blart selalu gagal dalam tes karena penyakit hypoglycemia. Blart tinggal dengan ibunya dan anaknya, Maya.
Di mall tempatnya bekerja, Blart yang gendut menyukai seorang penjaga toko bernama Amy Anderson yang langsing dan cantik.
Blart juga mendapat kepercayaan untuk mengawasi penjaga mall baru, Veck.
Tanpa disangka di saat Black Friday, mall disatroni oleh genk kriminal yang akan menguasai mall. Beberapa kawan Blart termasuk Amy disekap di bank mall oleh si perampok. Ternyata dalang dari perampokan itu adalah Veck.
Blart kemudian berusaha menyelamatkan para sandera. Kejadian penyelamatan oleh Blart begitu kocak dan lucu. Hingga akhirnya Blart bertemu dengan musuh bebuyutannya di masa SMA yang kini menjadi ketua SWAT Amerika yang adalah dalang perampokan yang sebenarnya.
Cerita yang dikemas begitu segar dan alami membuat film ini termasuk dalam film Box Office. Juga yang membuat film ini berbeda adalah tokoh utama/superhero yang diceritakan tidak seperti film lain. Kalau biasanya tokoh utama digambarkan sebagai orang yang ganteng dan kurus, di film ini Paul Blart membuat cerita tersendiri.

Jumat, 06 Mei 2011

Resensi Film: The Glass House


Kemarin aku nonton film di TransTV. Judulnya The Glass House. Film ini adalah film horror tapi nggak ada hantu-hantuannya. Film ini emang film lama sih, dibuat sekitar tahun 2001.

Ceritanya gini, ada seorang cewek namanya Ruby Baker. Setelah kematian kedua orangtuanya (karena kecelakaan mobil), Ruby dan adiknya, Rhett, tinggal bersama teman baik orangtuanya. Namanya Terry dan Erin Glass. Pasangan keluarga Glass ini tidak punya anak dan mereka tinggal di sebuah rumah kaca besar di Malibu. Deket pantai gitu lah. Rumahnya bagus banget, gedhe + ada kolam renangnya.

Ini nih rumahnya.

Nah, awalnya sih Ruby sama Rhett seneng banget bisa tinggal di rumah sebagus itu. Tapi kemudian Ruby mulai curiga dengan pasangan Glass, soalnya dia dan adiknya cuma diberi satu kamar untuk berdua dan disekolahkan di sekolah negeri (gratis). Padahal menurut pengacara, kedua orangtuanya mempunyai tabungan yang lebih dari cukup untuk mereka berdua. Uang dana perwalian meraka kabarnya 4 juta dollar.
Pada suatu hari, Ruby diajak makan berdua oleh Terry Glass. Saat itu ia merasa tidak nyaman bersama Terry. Apalagi saat pulang ke rumah, ia melihat Erin Glass sedang menyuntikkan sesuatu di tangannya.

Karena curiga, Ruby kemudian mendatangi pengacaranya dan melaporkan kecurigaannya tersebut. Kemudian pada malam harinya, Ruby menemukan artikel di internet tentang kematian orangtuanya. Ortunya Ruby meninggal karena kecelakaan mobil, tapi anehnya di artikel ditulis bahwa mobil yang dikendarai ortunya adalah BMW, padahal mobil keluarganya bukan itu. Kemudian ia meminta pengacaranya untuk menyelidiki mobil BMW itu. Ternyata mobil BMW itu adalah pemberian Terry.

Tanpa sengaja, Ruby menemukan surat dari sekolah swasta yang mengeluhkan kenapa mereka berdua tidak disekolahkan di sana. Padahal kedua ortunya sudah membayar uang masuk. Ruby juga menemukan surat dari pamannya Jack, yang tidak diberikan kepadanya.
Ruby dan Rhett kemudian lari dari rumah kaca dengan menggunakan mobil Volvo Terry. Sayangnya, Terry dan Erin berhasil mengejar mereka berdua dan memulangkan ke rumah kaca. Kemudian Ruby dibius oleh Erin (Erin seorang dokter) selama sebulan.

Erin yang ketahuan sering membawa pulang obat dipecat dari pekerjaannya. Ternyata Erin adalah seorang pecandu dan Terry sedang dikejar-kejar debt collector. Dia mempunyai hutang 1 juta dolar dan tidak mampu membayar. Dia berencana membayar hutangnya dengan uang milik orangtua Ruby

Suatu hari, Erin ditemukan mati akibat overdosis. Ruby dan Rhett sangat ketakutan. Mereka berdua dikurung di bawah tanah. Tapi kemudian dapat kabur dan melihat mobil Jaguar Terry diparkir di depan rumah. Rhett mengambil kunci mobil. Kemudian datanglah pengacara dan menanyakan anak-anak. Tiba-tiba datanglah debt collector, dan mereka terlibat perselisihan. Terry kemudian mengumpankan pengacara yang menyebabkan pengacara itu dibunuh oleh debt collector.

Debt Collector kemudian mengikat Terry dan membawanya pergi dengan mobil Jaguar Terry. Terry yang tahu mobil Jaguar itu telah dirusaknya bersikeras tidak mau naik. Akan tetapi mereka tetap memaksa untuk naik Jaguar. Terry kemudian dibawa oleh salah seorang debt collector mengebut di jalanan dengan Jaguar. Tetapi ternyata rem mobil blong dan kecelakaan naas itu terjadi.
Ruby dan Rhett pergi dari rumah dengan berjalan kaki, kemudian ada seorang polisi yang menawarinya numpang mobil bersamanya. Di jalan, polisi tersebut kemudian memeriksan kecelakaan mobil Jaguar milik Terry. Akan tetapi ternyata Terry belum mati, dia kemudian membunuh polisi tersebut dan mendekati anak-anak yang ada di dalam mobil polisi. Terry membawa pistol di saku belakangnya. Ruby yang tahu nyawa mereka terancam, kemudian mengambil alih kemudi dan menabrak Terry hingga ia tewas.
Akhir cerita, Ruby dan Rhett kemudian memilih tinggal dengan paman mereka, Jack, di Chicago.

Film ini keren sekaligus menegangkan. Dari ceritanya, kita bisa belajar bahwa betapa bagusnya rumah dan harta tidak bisa menjamin kesenangan dan rasa aman. Kemudian kita juga jangan terlalu percaya dengan orang lain dan tetap waspada.