Translator

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Jumat, 06 Mei 2011

Resensi Film: The Glass House


Kemarin aku nonton film di TransTV. Judulnya The Glass House. Film ini adalah film horror tapi nggak ada hantu-hantuannya. Film ini emang film lama sih, dibuat sekitar tahun 2001.

Ceritanya gini, ada seorang cewek namanya Ruby Baker. Setelah kematian kedua orangtuanya (karena kecelakaan mobil), Ruby dan adiknya, Rhett, tinggal bersama teman baik orangtuanya. Namanya Terry dan Erin Glass. Pasangan keluarga Glass ini tidak punya anak dan mereka tinggal di sebuah rumah kaca besar di Malibu. Deket pantai gitu lah. Rumahnya bagus banget, gedhe + ada kolam renangnya.

Ini nih rumahnya.

Nah, awalnya sih Ruby sama Rhett seneng banget bisa tinggal di rumah sebagus itu. Tapi kemudian Ruby mulai curiga dengan pasangan Glass, soalnya dia dan adiknya cuma diberi satu kamar untuk berdua dan disekolahkan di sekolah negeri (gratis). Padahal menurut pengacara, kedua orangtuanya mempunyai tabungan yang lebih dari cukup untuk mereka berdua. Uang dana perwalian meraka kabarnya 4 juta dollar.
Pada suatu hari, Ruby diajak makan berdua oleh Terry Glass. Saat itu ia merasa tidak nyaman bersama Terry. Apalagi saat pulang ke rumah, ia melihat Erin Glass sedang menyuntikkan sesuatu di tangannya.

Karena curiga, Ruby kemudian mendatangi pengacaranya dan melaporkan kecurigaannya tersebut. Kemudian pada malam harinya, Ruby menemukan artikel di internet tentang kematian orangtuanya. Ortunya Ruby meninggal karena kecelakaan mobil, tapi anehnya di artikel ditulis bahwa mobil yang dikendarai ortunya adalah BMW, padahal mobil keluarganya bukan itu. Kemudian ia meminta pengacaranya untuk menyelidiki mobil BMW itu. Ternyata mobil BMW itu adalah pemberian Terry.

Tanpa sengaja, Ruby menemukan surat dari sekolah swasta yang mengeluhkan kenapa mereka berdua tidak disekolahkan di sana. Padahal kedua ortunya sudah membayar uang masuk. Ruby juga menemukan surat dari pamannya Jack, yang tidak diberikan kepadanya.
Ruby dan Rhett kemudian lari dari rumah kaca dengan menggunakan mobil Volvo Terry. Sayangnya, Terry dan Erin berhasil mengejar mereka berdua dan memulangkan ke rumah kaca. Kemudian Ruby dibius oleh Erin (Erin seorang dokter) selama sebulan.

Erin yang ketahuan sering membawa pulang obat dipecat dari pekerjaannya. Ternyata Erin adalah seorang pecandu dan Terry sedang dikejar-kejar debt collector. Dia mempunyai hutang 1 juta dolar dan tidak mampu membayar. Dia berencana membayar hutangnya dengan uang milik orangtua Ruby

Suatu hari, Erin ditemukan mati akibat overdosis. Ruby dan Rhett sangat ketakutan. Mereka berdua dikurung di bawah tanah. Tapi kemudian dapat kabur dan melihat mobil Jaguar Terry diparkir di depan rumah. Rhett mengambil kunci mobil. Kemudian datanglah pengacara dan menanyakan anak-anak. Tiba-tiba datanglah debt collector, dan mereka terlibat perselisihan. Terry kemudian mengumpankan pengacara yang menyebabkan pengacara itu dibunuh oleh debt collector.

Debt Collector kemudian mengikat Terry dan membawanya pergi dengan mobil Jaguar Terry. Terry yang tahu mobil Jaguar itu telah dirusaknya bersikeras tidak mau naik. Akan tetapi mereka tetap memaksa untuk naik Jaguar. Terry kemudian dibawa oleh salah seorang debt collector mengebut di jalanan dengan Jaguar. Tetapi ternyata rem mobil blong dan kecelakaan naas itu terjadi.
Ruby dan Rhett pergi dari rumah dengan berjalan kaki, kemudian ada seorang polisi yang menawarinya numpang mobil bersamanya. Di jalan, polisi tersebut kemudian memeriksan kecelakaan mobil Jaguar milik Terry. Akan tetapi ternyata Terry belum mati, dia kemudian membunuh polisi tersebut dan mendekati anak-anak yang ada di dalam mobil polisi. Terry membawa pistol di saku belakangnya. Ruby yang tahu nyawa mereka terancam, kemudian mengambil alih kemudi dan menabrak Terry hingga ia tewas.
Akhir cerita, Ruby dan Rhett kemudian memilih tinggal dengan paman mereka, Jack, di Chicago.

Film ini keren sekaligus menegangkan. Dari ceritanya, kita bisa belajar bahwa betapa bagusnya rumah dan harta tidak bisa menjamin kesenangan dan rasa aman. Kemudian kita juga jangan terlalu percaya dengan orang lain dan tetap waspada.

2 komentar:

  1. Bagus ceritanya. Kalau dilihat sebagian mungkin menyimpulkan yang aneh aneh. Tapi setelah diliat keseluruhan pas dengan apa yang ditulis d blog kamu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai terima kasih sudah berkunjung ya :)

      Hapus

Wahai para blogger yang budiman, silakan mengetik komentar di sini ya :) Terima kasih

nb: yang nggak punya akun google, bisa menambahan komentar dengan memilih opsi Name/url (url bisa diisi alamat fb kamu)